Langsung ke konten utama

EGO yang Sama

Cahaya remang telah kembali
Dengan sebuah alasan
Yakni kepercayaan pada sang Rembulan
Karena ia yakin, rembulan tak akan  menghiraukan awan abu- abu

Kedatangannya pun mendapat sambutan luar biasa dari sang Rembulan
Membuat cahaya remang sedetik kehilangan nyawa
Bahkan hampir saja musnah tak berdaya

Bagaimana tidak?
Kepercayaan yang telah tertanam di hatinya
Runtuh begitu saja
Kekecewaan!
Itu yang ia dapatkan
Ia berusaha untuk tetap menyembunyikan lukanya
Tetap diam
Tetap bertahan
Tetap mempercayainya

Hingga pada batas kemampuannya
Ia memutuskan untuk segera pergi menjauh sejauh- jauhnya
Pertahananya sudah tak kuat
Melihatnya setiap hari
Menambah lukisan luka di hati
Ia harus segera menemukan dokter untuk menyembuhkannya

Ia memutuskan untuk segera pergi!

"Coba tanya hatimu sekali lagi
Sebelum engkau benar2 pergi
Masihkah ada aku didalamnya
Karena hatiku masih menyimpanmu" (sepenggal lirik lagu dari Fiersa Besari ~ April)

Perlukah cahaya remang bertanya pada hatinya lagi?
Bukankah sudah jelas hatinya terluka, apakah lukanya masih ingin kau tambahkan lagi?
Biarkannlah ia berobat untuk menyembuhkan lukanya
Dan ia akan membiarkanmu mengangkasa bersama sosok pilhanmu

Namun, apakah pergi merupakan keputusan terbaik?
Selama ini DIAM selalu menemani mereka
DIAM itulah yang selalu mereka lakukan
Entah apa yang mereka sembunyikan dibalik sikap DIAM
Tak ada pertanyaan
Tak ada yang perlu di jawab juga
Atau sebenarnya DIAM adalah pertanyaan dan juga jawaban dari mereka
Hanya mereka yang tahu
Semoga saja penyesalan tak datang terlambat

Sejak saat itu
Cahaya remang mulai menjauhi gelapnya langit malam
Menghindari kilaunya bintang
Dan mengacuhkan indahnya rembulan

Ia mulai takut memandangnya
Takut kenangan akan mengetuk pintu yang sengaja di gembok
Karena setelahnya, ia pasti tak kuasa menahan lara yang pernah ia rasa

Maaf, tak selamanya ia akan takut memandangmu
Kau harus mengerti, bahwa hati membutuhkan waktu untuk kembali netral
Agar bisa segera terlepas dari kecanduan
Walaupun baru stadium awal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIGA TAHUN BUKAN SEKEDAR TIGA TAHUN

Berawal dari sebuah pertemuan yang tidak disengaja Didalam sebuah organisasi di sekolah Entah alasan coba- coba, terdamparlah, tersesatlah, ketariklah atau memang sungguh- sungguh Ditempa bersama- sama, dalam tangis dan tawa, lapar dan haus, sakit dan sehat, suka maupun duka Walau terkadang ada diantara kita yang luntur semangat juangnya Satu persatu mulai mundur Perlahan tapi pasti Ketukan palu tak bisa terhindarkan lagi Tinggal segelintir anak yang masih bertahan Bukan karena visi kita sama Namun karena ada satu buah alasan yang kuat C- I -N- T -A Ya, cinta Gabungan dari 5 huruf yang bisa menafsirkan banyak pemikiran Namun hanya ada satu penafsiran dalam benak kita CINTA pada organisasi dan generasi Itulah sebenar benar alasan dalam hati kita Tetap ada alasan tambahan Dan hal itulah yang menambah presentase keinginan kita untuk bertahan Ingatkah kalian? Ketika kita me...

Beda Februari

Guratan cahaya senja Memecah siluet lensa kamera Perlahan padam Menjauhi kegelapan malam Sinar rembulan menggantikannya Menyihir semua mata yang melihatnya Hingga meneteskan air yang asin rasanya Iya, sinar rembulan Tetesan air itu adalah air mataku Aku menangis Karena menatap pancaran sinarmu Membuatku menerawang ke Februari sebelumnya Saat kamu masih menggenggam erat tanganku Saat kamu masih berjuang bersamaku Kita sering menghabiskan waktu untuk melihat indahnya langit malam bukan? Memandangi sang rembulan serta gugusan bintang, berdua saja Katamu, aku adalah rembulanmu Sedang kamu adalah sinar rembulanku Lalu lekuk bibir kamu mengembang Kedua pipiku juga ikut mengembang Iya, itu dulu Februarinya sudah berbeda Februari sekarang hanya bersama kenang "Tik" Tetes embun mendarat tepat di dahiku Aku baru sadar, sekarang ini hari sedang pagi Aku sudah terlalu lama bergelut dengan kenangan Saatnya aku bersiap perg...

Tanda Tanya

Dengan simpul sepertiga Terpaksa aku katakan Aku bahagia Kamu sudah terbebas dari pengaruh burukku Teruslah melaju Hingga kakiku kelu untuk mengejarmu Tak perlu berbalik arah Lalu menopangku Lanjutkan capaianmu Sesuai batas waktu deadlinemu Aku berharap kau tak mengingatku Karena ketiadaanku mungkin semakin dekat Sedekat salam rinduku kepadamu Di setiap malam heningku Tak perlu mengingatku Entah karena kebahagiaan atau kesedihan yang pernah kau cipta bersamaku Sekarang, kamu ya kamu Tanpa bayanganku (Kediri, 8 Juni 2018) Tulisan di atas sengaja ditulis satu minggu sebelum lebaran. Dimana  hari itu adalah hari aku harus sadar dan mulai mengikhlaskan kamu yang jelas masih kucinta, bahkan rasa itu masih ada sampai detik aku mengetik kumpulan kalimat tak berguna ini. Satu minggu itu benar- benar kugunakan untuk bercerita tentang hal yang sebenarnya tidak ada manfaatnya. Seperti orang aneh yang tidak ditanya tapi malah bercerita panjang lebar. Ya itulah aku kal...